Askep (Kasus) Keluarga Dengan ISPA


ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KK TN. N. T DI LINGKUNGAN I KAKASKASEN
TOMOHON UTARA
I.   Struktur Dan Sifat Keluarga
A.    Kepala keluarga
                  1.      Nama KK               :  Tn. N. T
                  2.      Jenis Kelamin         :  Laki – laki
                  3.      Umur                      :  75 Tahun
                  4.      Agama                    :  Kristen protestan
                  5.      Statis Perkawinan   :  Kawin
                  6.      Pendidikan             :  SD
                  7.      Pekerjaan                :  Tani
                  8.      Suku/Bangsa           :  Minahasa/Indonesia
                  9.      Bahasa                    :  Indonesia/daerah
              10.      Penghasilan             :      500. 000/bulan
              11.      Alamat                    :  Kakaskasen Ling. I Tomohon Utara

B.     Susunan anggota keluarga


No

NAMA
U
M
U
R
S
E
X
H/D
KK
S
U
K
U
PENDIDIKAN
A
G
A
M
A
P
E
K
E
R
J
A
A
P
E
N
G
H
A
S
I
L
A
N
K
E
T
Blm
Sklh
TK
SD
S
L
T
P
S
L
T
A
P
T
L
U
L
U
S
S
M
T
R
1
Ny. N. T
74
Istri
M
I
N
A
H
A
S
A


          





Kr.

P
R
O
T

-
-

2
Ny. N. T
49
Anak


          





IRT
500. 000

3
Ny. N. T
45
Anak




          



Pegawai
650. 000

4
Tn. S. T
41
Anak




          



PNS
1. 100. 00

5
Tn. A. T
39
Anak



          




P. Honor
750. 000

C. Genogram
D.    Pengambilan keputusan
                  1.   Pola pengambilan keputusan                  :  Musyawarah
                  2.   Pengambilan keputusan dalam keluarga   :    Bersama
                  3.   Keluarga memerlukan bentuan orang lain dalam memecahkan masalah
E.     Hubungan dalam keluarga
                  1.   Hubungan antara anggota keluarga       :  Harmonis
                  2.   Anggota keluarga yang dipercayakan
KK untuk membantu masalah kesehatan
yang ada dalam keluarga                       :  Orang tua dan istri
                  3.   Pola keluarga mengasuh anak                :  Sangat dilindungi
                  4.   Harapan keluarga terhadap anak            :  Kedua anak bertumbu dan berkembang secara normal.
II.   Kebutuhan Dalam Kehiduan Sehari – hari
A.    Kebutuhan nutrisi
1.   Pengadaan makanan keluarga sehari – hari dibuat sendiri oleh keluarga
2.   Komposisi jenis makanan :
-    Makanan pokok laut pauk :  Selalu ada
-    Protein hewaniq                :  Kadang – kadang
-    Protein nabati                    : Kadang – kadang
-     Sayur, buah – buahan, susu :          Kadang - kadang
3.   Cara penyajian makanan dalam keluarga : Tertutup
4.   Pantangan terhadap makanan dalam keluarga : Tidak ada
5.   Kebiasan keluarga dalam mengelola air minum : Dimasak
6.   Kebiasan keluarga dalam mengelola makanan : Dicuci baru di potong
7.   Kebiasan makan dalam keluarga : makan bersama
B.     Kebutuhan eliminasi
                  1.   Ayah   : Pola BAB    : 2x/ hari
                  2.   Ibu       : Pola BAB    : 2x/hari
                  3.   Anak   : Pola BAB    : 1x/hari

C.     Istirahat dan tidur
                  1.   Kebiasan tidur pada sing hari :
                  2.   Cara angota kelaurga mengatasi sulit tidur : Nonton TV

D.    Aktivitas dan keluarga
                  1.   Aktivitas        :  Ayah   :  Bekerja sebagai tukang    
Ibu       :  Melakukan pekerjaan rumah
Anak   :  -
                  2.   Ola raga :
                            a.   Apakah keluarga senang olaraga ?
Tidak, karena sibuk dan tidak ada kesempatan
                           b.   Kapan olaraga bisa dilakukan ?
Tidak tentu
                            c.   Apakah semua keluarga mengikuti ?
Tidak

E.     Kebutuhan diri
-    Ayah :  Mandi 1x/hari menggunakan sabun mandi, sikat gigi 2x/hari menggunakan pasta gigi, cuci rambut 3hari sekali menggunakan shampoo.
-    Ibu     :  Mandi 1x/hari menggunakan sabun mandi, sikat gigi 2x/hari menggunakan pasta gigi, cuci rambut 3hari sekali menggunakan shampoo.
-    Anak  :  Mandi 1x/ hari mrnggunakan sabun.

F.      Rekreasi dan waktu senggang
                  1.      Keluarga tidak mempunyai kebiasan rekreasi yang rutin.
                  2.      Kelaurga mengisi waktu senggangnya dengan nonton di ramah atau tempat tidur.
                  3.      Kegiatan – kegiatan yang dilakukan pada waktu senggang menurut keluarga tidak berpengaruh buruk bagi setiap anggota keluarga.
                  4.      Kegiatan – kegiatan tersebut juga tidak berpengaruh buruk terhadap kehidupan keluarga.

G.    Pola asuh anak
1.      Cara keluarga mengasuh anak    :  Sangat dilindungi
2.      Harapan keluarga terhadap anak   : Dapat menjadi anak yang berguna.

III.   Factor Social – Buday – Ekonomi
A.    Penghasilan dan pengeluaran
1.      Apakah ayah bekerja ? “tidak” karena anaknya sudah tidak menijinkan untuk bekerja, sebab umunya sudah lanjut.
2.      Apakah ibu bekerja “Tidak” karena sedang sakit.
3.      Apakah pengahasilan tersebut digunakan untuk kepentingan keluarga ? Ya”
4.      Apakah ada anggota keluarga yang sudah bekerja? “Ya”
5.      Pengelolahan keluangan dalam keluarga : “Ya”     
6.      Apakah penghasilan tersebut digunakan untuk kepentingan keluarga ? “Ya”
7.      Bila di gunakan pendapatan keluarga sebulan : Sekitar Rp 3. 000. 000
8.      Apakah penghasilan keluarga menculupi untuk biayan kehidupan sehari? “Ya”




B.     Pendidikan
                  1.      Adakah anggota keluarga yang mengikuti pendidikan di luar pendidikan formal? “Tidak”
                  2.      Adakah anggota keluarga yang tidak bisa membaca? Bagi usia sekolah dan dewasa? “Tidak ada”
                  3.      Ada anggota keluarga yang tidak memiliki ketrampilan khusus? “Tidak”

C.     System nilai
                  1.      Tidak ada nilai – nilai tertentu yang dianut berhubungan dengan kesehatan.
                  2.      Keluarga mengikuti kegiatan keagamaan.
                  3.      Tidak kegiatan atau nilai yang menurut keluarga bertantangan dengan kesehatan.

D.    Hubungan dengan masyarakat
1.      Tidak ada anggota keluarga yang mengikuti organisasi kemasyarakatan khususnya dalam bidang kesehatan.
2.      Tidak ada penghargaan yang diterima dari masyarakat karena ke ikut sertaan dalam kegiatan kesehatan dimasyarakat.
3.      Keluarga pergi kepuskesmas untuk memecahkan maslah kesehatan.

IV.   Factor lingkungan
A.    Perumahan
Jenis rumah yang di huni oleh keluarga yaitu petak jenis bangunan yaitu semiparmanen, luas pekarangan 6 m2, bangunan : panjang bangunan : 10 m, dan lebar 7 m. status rumah yaitu milik KK (itu), terdapat ventilasi rumah, luasnya < 9% dari luas lantai pencahayaan ada, penerangan menggunakan listrik, lantai plester.
Bangunan rumah
Tidak ada
Bila ada
Kotor
Bersih
Ruang tamu
Ruang makan
Dapur
Kamar mandi
WC
Ruang tidur

ü   

ü   
ü   


ü   
ü   

ü   





Denah rumah
                              

Keterangan :
A : Ruang Tamu
B : Dapur
C : Ruang tidur keluarga
D : Ruang Tidur anak - anak

B.     Pengelolahan sampah
1.      keluarga mempunyai tempat pembuangan sampah terbuka.
2.      pengelolahan tempat sampah rumah tangga dibuang di tempat sampah yang telah disediakan pemerintah daerah Kota Tomohon.
C.     Sumber air
1.      Apaka keluarga mempuyai sumber air : ya, jenis sumur.
2.      Jenis sumber air : sumur gali
3.      Apakah air untuk diminum diambil dari sumber air tersebut : ya
4.      Bagaimana keadaan fisiknya : tidak berwarna dan tidak berbau.
D.    Jamban keluarga
1.      Apakah keluarga mempunyau WC sendiri : ya
2.      Jenis jambang: leher angsa
3.      Berapa jarak penampungan dengan sumber air :< 3 meter
E.     Pembuangan air limbah
1.      Apakah rumah ini mempuyai saluran pembuangan air kotor : ya asluran air tidak tersumbat dan berada disamping rumah saluran air itu dialirkan ke selokan dipinggir jalan.
F.      Fasilitas social dan fasilitas kesehatan
1.      Adakah perkumpulan kegiatan masyarakat/social diwilayah ini : ya,kegaitan gotong royong dan rukun,
2.      Adakah fasilitias kegiatan kesehatan diwilayah ini : ya, puskesmas
3.      Apakah keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut :
4.      Apakah keluarga menggunakan fasilitas tersebut dapat di jangkau dengan kendaran umum dari rumah : tidak , karena jarak puskesmas dengan rumah dapat ditempuh dengan jalan kaki.
V.   Status spikologis
Keluarga bangga jika ada salah satu anggota keluarga yang berhasil
a.       Konsep diri
Keluarga menerima dirinya sebagai suatu yang berharga atau penting karena anak-anak sudah bekerja dan dapat membiayai keluarga.
b.      Peran
Keluarga tidak mempuyai konflik/tidak sesuai peran dalam kelurga
c.       Pola interaksi
Pola interaksi antara anggota keluarga yaitu makan siang dan makan malam dalam situasi nonton TV atau sedang santai dan saat merawat orang tuanya sedangya sakit. Interaksi berlangsung hanya sekedar dan tidak terdapat konflik dalam keluarga.
d.      Pola komunikasi
Cara komunikasi yang sering diterapkan dalam keluarga secara langsung dan sifat komunikasi yang diterapkan dalam kelurga secara terbuka, pada anggota kelurga yang paling dominant untuk bicara adalah anaknya yang pertama. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan kadang bahasa tombulu.
e.       Pola pertahanan
Cara penanggulangan masalah dalam keluarga diatas bersama-sama jika ada anggota keluarga yang bermasalah maka onggota keluargayang lain akan membantu jalan keluar, jika yang dihadapi tidak terselesaikan/teratasi kleuarga akan bersama untuk mencari penyelesaian masalah tersebut.

VI.   Derajat Kesehatan
    A.            Kejadian kesakitan
Saat ini anggota keluarga sedang menderita sakit yaitu ibu mereka, jenis panyakir yang diderita adalah stroke. Dalam keluarga ada yang mengalami penyakit. Cara pengobatan yaitu : keluarga pada mulanya mengobati di RS tetapi saat ini hanya di rawat di Rumah karena menurut keluarga tidak perubahan terhadap kesehatan ibuna: keluarga pada mulanya mengobati di RS tetapi saat ini hanya di rawat di Rumah karena menurut keluarga tidak perubahan terhadap kesehatan ibu mereka. Dokter mengatakan selalu  yang diderita oleh ibu, terapi medis yang diberikan dokter selalui sama dan ada perubahan malahan lebih membaik sehingga keluarga melakukan pengobatan lagi. Ibu tidka pernah mengalami hal seperti ini, kaki kiri dan tangan kiri tidak ada pergerakan karena mendapat stroke, tampak lemah dan tak berdaya.

     B.            Perilaku keluarga dalam penanganan sakit.
Kebiasan berobat kelurga yang sakit adalah medis, selain kemedis keluarga juga ke puskesmas untuk berobat.
     C.            Kejadian cacat
Anggota keluarga tidak ada yang  mengalami kecacatan
VII.   Lansia (lanjut usia)
Ada anggota keluarga yang berusia yaitu ayah 75 tahun dan ibu 79 tahun. Aktivitas dari ibu di bantu oleh keluarga. Ayah meraka  dapat melakukan aktivitasnya sendiri.
Pengelompokan Data
Ds :
-    Anaknya mengatakan ibu batuk dan beringus sudah 2 hari yang lalu.
-    Anaknya mengatakan sering berobat ke rumah sakit atau puskesmas.
-    Anaknya mengatakan tidak mengetahui penyakit apa yang diderita oleh ibunya.
Do :
-    Karakteristik lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan : keadaan rumah yang berdebu, perabot rumah tidak beratur, kondisi dapur yang tidak memungkinkan, wc dan kamar mandi kotor.
-    Tempat pembuangan sampah terbuka.
-    Ekspresi wajah ibu tampak kesakitan.

Analisa data
No
Data
Etiologi
Masalah
1
Ds :
-    Anaknya mengatakan ibu batuk dan beringus sudah 2 hari yang lalu.
-    Anaknya mengatakan tidak mengetahui penyakit apa yang diderita oleh ibunya.
Do :
-    Ekspresi wajah ibu tampak kesakitan.
Kurangnya pengetahuan keluarga tentang pencegahan penularan ISPA
Resiko penularan
2
Ds :
-    Anaknya mengatakan sering berobat ke rumah sakit atau puskesmas.
Do :
-    Ekspresi wajah ibu tampak kesakitan.
Kurang terpajang informasi tentang cara pencegah dan penatalaksanaan penyakit
Kurang pengetahuan
3
Ds :
-
Do :
-    Karakteristik lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan : keadaan rumah yang berdebu, perabot rumah tidak beratur, kondisi dapur yang tidak memungkinkan, wc dan kamar mandi kotor.
-          Tempat pembuangan sampah terbuka.
Ketidaktahuan tentang usaha pencegahan penyakit
Tidak sangupan dalam memelihara rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga


PERUMUSAN MASALAH DAN PRIORITAS MASLAH
·         PERUMUSAN MASALAH
Dari data analisa, didapat beberapa permasalahan yang terjadi di hadapan keluarga Tn. N T di sebabkan oleh ketidaktahuan keadaan kesehatan lingkungan yang kurang memungkingkan dan keadaan ekonomi sehingga timbul masalah kesehatan yaitu:
1.      Resiko penularan penyakit kepada anggota keluarga yang lain
2.      Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan dan pencegahan penyakit  ISPA\
3.      Kesehatan lignkungan
·         PRIORITAS MASALAH
Untuk mengatasi masalah keluarga Tn. N. T secara keseluruhan tidak mungkin, tidak mungkin karena itu perlu dilakukan prioritas masalah kesehatan dimana masalah – masalah kesehatan dan perawatan yang mengancam kesehatan keluarga itulah menjadi prioritas utama maka di lakukan pembobotan masalah dengan criteria :

      1.      Resiko penularan penyakit kepada anggota keluarga yang lain.

No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah
 
2/3 x1
2/3
Keluarga tidak tahu penyakitnya mudah menular
2
Kemungkinan masalah yang bisa di ubah

2/2 x  2
2
Masalah dapt di atasi dengan berobat ke puskesmas
3
Potensial masalah untuk di cegah
2/3 x 1
2/3
Keluarga mau mengikuti saran yang di berikan
4
Menonjolnya masalah
1/2 x 1
1/2
Bila tidak segera di tandai memungkinkan penyembuhan yang lama dan berisiko keluarga yang lain.











No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah


3/3  x 1


1
Keluarga tidak mengatui bagaimana cara mencegah dan bagaimana pengobatan penyakit ISPA
2
Kemungkinan masalah yang bisa di ubah



2/2 x 2



2
Masalah dapat diatasi dengan maningkatkan pemahaman pengetahuan keluarga tentang cara mencegah dan mengobati penyakit ISPA
3
Potensial masalah untuk di cegah

3/3 x 1

1
Keluarga mau mengikuti dan melakukan saran yang telah diberikan.
4
Menonjolnya masalah


2/2 x 1


1
Bila tidak segera ditangani memungkinkan terjadinya penularan dan terjadi komplikasi.
2.   Kurang pengetahuan tentang pencegah dan penatalaksanaan.



No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah
2/3 x 1

Ancaman kesehatan
2
Kemungkinan masalah yang bisa di ubah

2/2 x 2

2
Kemungkinan masalah dapat diubah dengan mudah
3
Potensial masalah untuk di cegah


3/3 x 1

1
Masalah dapat dicegah dengan mudah bila dilakukan dengan rutin
4
Menonjolnya masalah


0/2 x 1


0
Keluarga tidka menyadari adanya suatu masalah kesehatan lingkungan yang ada.
3.   Kesehatan lingkungan.
4.   Harga diri rendah
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah
2/3 x 1
2/2
Ancaman kesehatan
2
Kemungkinan masalah yang bisa di ubah

2/2 x 2

2
Kemungkinan masalah dapat diubah dengan mudah
3
Potensial masalah untuk di cegah


2/3 x 1


1
Keluarga tidak menyadari adanya suatu masalah kesehatan lingkungan yang ada.
4
Menonjolnya masalah


2/2 x 1


0
Bila tidak segera ditangani memingkinkan terjadinay angguan kesehatang


Dari hasil prioritas  masalah kesehatan pada keluarga Tn. N. T maka didapatkan urutan masalah kesehatan yaitu:
1.      Resiko penularan penyakti ISPA kepada anggota keluarga lain b.d kurang terpajangnya pemahaman keluarga terhadap pencegahan penularan penyakit ISPA
2.      Kurang pengetahuan tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit ISPA b.d kurang terpajangnya informasi
3.      Ketidaksanggupan dalam memelihara rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga b.d ketidaktauan tentang usaha pencegahan penyakit.







No
Diagnosa keperawatan
Perencanaan keperawatan
Implementasi
Evaluasi
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.
Resiko penularan penyakti ISPA kepada anggota keluarga lain b.d kurang terpajangnya pemahaman keluarga terhadap pencegahan penularan penyakit ISPA
DS :
-    Anaknya mengatakan ibu batuk dan beringus sudah 2 hari yang lalu.
-    Anaknya mengatakan tidak mengetahui penyakit apa yang diderita oleh ibunya.
Do :
-    Ekspresi wajah ibu tampak kesakitan.


Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga mengenal dan mampu mencegah penularan ISPA kepada anggota kelaurga yang lain

-       Kaji pengetahuan keluarga tentang penularan penyakit ISPA dalam keluarga





-       Diskusikan alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan









-       Berikan dorongan kepada keluarga untuk berobat yang teratur.
Bantu klien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan terdekat yaitu puskesmas. 
-      Mengetahui pemahaman keluarga tentang penularan penyakit ISPA dalam keluarga.




-      Menigkatkan pemahaman/ pengetahuan keluarga tentang cara mencegah penularan penyakit







-      Meningkatkan derajat kesehatan keluarga.

Pikul : 12.00
-      Mengkaji pengetahuan keluarga keluarga tentang penularan penyakit ISPA, keluarga mengatakan tidak mengetahui tentang penularan ISPA
-      Mendiskusikan alternatif yang dapat dilakukan untuk mencegahnya terjadinya penularan dengan menutup mulut dan hidung saat batuk dan tidak membuang lender sembarangan

-      Membarikan dorangan kepada keluarga untuk berobat dengan teratur di puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan keluarga.
Selasa : 5-05 2009
S :
-    Keluarga mengatakan sudah memahami tentang cara pencegahan penyakit ISPA
O :
-     Keluarga sudah mulai mengikuti apa yang telah dianjurkan
A :
-     Masalah mulai teratasi

P :
-     Lanjutkan perawatan dengan memberikan motivasi untuk pengobatan dan pencegahan penyakit.
2.
Kurang pengetahuan tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit ISPA b.d kurang terpajangnya informasi
Ds :
-    Anaknya mengatakan sering berobat ke rumah sakit atau puskesmas.
Do :
-    Ekspresi wajah ibu tampak kesakitan.


Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga mengetahuai tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit


-       Diskusikan bersama keluarga tentang bagaimana pencegahan dan pinatalaksanaan penyakit ISPA






-       Barikan health Education tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakti ISPA


-       Menggali pemahaman dan pengetahuan keluarga tentang  pencegahan dan penatalaksanaan penyakit ISPA





-       Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan keluarga tentang cara pencegahan dan penularan ISPA.
Rabu: 6-5-2009
Pukul: 11.30
-       Mendiskusikan bersama keluarga tentang bagaimana pencegahan dan pinatalaksanaan penyakit ISPA, keluarga mengatakan kurang tahu tentang pencegahan penyakit ISPA

-       Memberikan health Education tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit ISPA yaitu dengan memberitahukan cara pencegahan
·      Istirahat yang cukup
·      Hindari kontak langsung dengan penderita
·      Menutup mulut dan hidung saat penderita akan bersin
·      Hindari kontak dengan debu
·      Makan makanan yang bergizi
·      Membersihkan lingkungan rumah
Penatalaksanaan
·    Mencari sarana/ petugas kesehatan terdekat untuk memperoleh pelayanan
Pukul: 14.00
S :
-     Keluarga mengatakan sudah memahami tentang cara pencegahan penyakit ISPA

O :
-       Keluarga sudah mengetahui apa yang elah di anjurkan


A :
-       Masalah mulai teratasi

P :
-    Lanjutkan tindakan perawatan
3.
Ketidaksanggupan dalam memelihara rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan anggota keluarga b.d ketidaktauan tentang usaha pencegahan penyakit.
Ds :
-
Do :
-    Karakteristik lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan : keadaan rumah yang berdebu, perabot rumah tidak beratur, kondisi dapur yang tidak memungkinkan, wc dan kamar mandi kotor.
-    Tempat pembuangan sampah terbuka.
Keluarga dapat membersihkan dan merapikan rumah secara bertahap dari dalam rumah sampai luar rumah.

Berikan health education tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan














-       Anjurkan kepada keluarga untuk membersihkan dan merapikan dalam dan luar rumah

-         Meningkatkan pemahaman/ pengetahuan keluarga















-         Menjaga kebersihan lignkungan.
Pukul: 12.30
-      Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan memberikan pengertian bahwa lingkungan yang kotor dapat menyebabkan kuman penyakit yang dapat mempengaruhi pada kesehatan dan lingkungan yang sehat membuat penghuni rumah terhindar dari penyakit dan merasa nyaman
-      Mengajurkan kepada keluarga untuk membersihkan dan merapikan rumah baik di luar dan di dalam rumah.
Rabu:06-05-2009
S :
-     Keluarga mengatakan sudah memahami dan mengerti arti dari lingkungan yang sehat dan bersih
O :
-    Halaman, ruang tamu, ruang makan, dapur, sudah dibersihkan dan tampak rapi
A:
-      Masalah mulai teratasi
P:
-    Lanjutkan penyuluhan, dianjurkan kepada kelaurga untuk dapat membersikan dan merapikan rumah secara bertahap sampai menjadi suatu keharusan dari luar sampai dalam rumah.

Post a Comment