Supervisi Dalam Keperawatan


PENDAHULUAN
Supervisi dan evaluasi merupakan bagian yang penting dalam manajemen serta keseluruhan tanggung jawab pemimpin. Pemahaman ini juga ada dalam manajemen keperawatan. Untuk mengelola asuhan keperawatan dibutuhkan kemampuan manajemen dari Perawat professional. Oleh karena itu sebagai seorang Manajer keperawatan atau sebagai Perawat professional  diharapkan mempunyai kemampuan dalam supervisi dan evaluasi.

Supervisi merupakan bagian dari fungsi directing (pengarahan) dalam fungsi manajemen yang berperan untuk mempertahankan agar segalam kegiatan yang telah diprogram dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Supervisi secara langsung memungkinkan manajer keperawatan menemukan berbagai hambatan/permasalahan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan diruangan dengan mencoba memandang secara menyeluruh factor-faktor yang mempengaruhi dan bersama dengan staf keperawatan untuk mencari jalan pemecahannya.

Sukar seorang manajer keperawatan untuk mempertahankan mutu asuhan keperawatan tanpa melakukan supervisi, karena masalah-masalah yang terjadi di unit keperawatan tidak seluruhnya dapat diketahui oleh manajer keperawatan melalui informasi yang diberikan oleh staf keperawatan yang mungkin sangat terbatas tanpa melalukan supervisi keperawatan.

PENGERTIAN SUPERVISI

Supervisi mempunyai pengertian yang sangat luas, yaitu meliputi segala bantuan dari pemimpin/penanggung jawab keperawatan yang tertuju untuk perkembangan para perawat dan staf lainnya dalam mencapai tujuan asuhan keperawatan. Kegiatan supervisi semacam ini  dari pemimpin/penanggung jawab keperawatan yang tertuju untuk perkembangan para perawat dan staf lainnya dalam mencapai tujuan asuhan keperawatan. Kegiatan supervisi semacam ini adalah merupakan dorongan, bimbingan dan kesempatan bagi pertumbuhan keahlian dan kecakapan para perawat.

Prajudi Atmosudiro (1982), Supervisi diartikan sebagai pengamatan atau pengawasan secara langsung terhadap pelaksanaan pekerjaan yang  sifatnya rutin.

Swansburg (1999), Supervisi adalah suatu proses kemudahan sumber-sumber yang diperlukan untuk penyelesaian tugas-tugasnya.

Thora Kron (1987) , Supervisi adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, ,mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, mempercayai, mengevaluasi secara  terus menerus pada setiap perawat dengan sabar, adil serta bijaksana sehingga setiap perawat dapat memberikan asuhan keperawatan dengan baik, terampil, aman, cepat dan tepat secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan dari perawat.

Supervisi mengandung pengertian yang lebih demokratis. Dalam pelaksanaannya supervisi bukan hanya mengawasi apakah seluruh staf keperawatan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan instruksi atau ketentuan yang telah digariskan, tetapi juga bersama para perawat bagaimana memperbaiki proses keperawatan yang sedang berlangsung. Jadi dalam kegiatan supervisi seluruhstaf keperawatan bukan sebagai pelaksana pasif , melainkan diperlakukan sebagai patner kerja yang memiliki ide-ide, pendapat dan pengalaman yang perlu didengar, dihargai dan diikutsertakan dalam usaha-usaha perbaikan proses keperawatan. Dengan demikian supervisi  diartikan sebagai suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para tenaga keperawatan dan staf lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara  efektif.

Supervisor harus mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yang nyaman. Ini tidak hanya meluputi lingkungan fisik, tetapi juga suasana kerja diantara para tenaga keperawatan dan tenaga lainnya. Juga meliputi jumlah persediaan dan kelayakan peralatan agar memudahkan pelaksanaan tugas. Lingkungan yang sehat bila dapat memberikan  rasa bebas dan keinginan untuk bekerja lebih baik. Supervisor juga mengusahakan semangat kebersamaan dengan lebih menekankan “kita” daripada “saya”.

Pada suatu saat supervisor akan memerlukan bantuan dalam mengambil keputusan melalui pengalaman dalam tugas untuk menemukan metoda yang lebih baik guna melaksanakan pendelegasian tugas dalam kelompok kerja, tentu memerlukan dukungan dari anggota kelompok. Walaupun supervisor memperhatikan kondisi dan hasil kerja, tetapi perhatian utama adalah manusianya, untuk itu harus mengenal tiap individu dan mampu merangsang agar tiap pelaksana mau meningkatkan diri. Salah satu tujuan utama dari supervisi adalah orientasi, latihan dan bimbingan individu, berdasarkan kebutuhan individu dan mengarah pada pemanfaatan kemampuan dan pengembangan ketrampilan yang baru.

Dalam pelaksanaan supervisi, supervisor membuat suatu keputusan tentang suatu pekerjaan yang akan dilaksanakan, kemudian siapa yang akan melaksanakan. Untuk itu supervisor perlu memberikan penjelasan dalam bentuk arahan kepada para pelaksana.

SASARAN SUPERVISI
Sasaran yang harus dicapai dalam supervisi adalah sebagai berikut :
1.      pelaksanaan tugas sesuai dengan pola
2.      Struktur dan hirarki sesuai dengan rencana
3.      Staf yang berkualitas dapat dikembangkan secara kontinu/sistematis
4.      Penggunaan alat yang efektif dan ekonomis.
5.      Sistem dan prosedur yang tidak menyimpang.
6.      Pembagian tugas, wewenang ada pertimbangan objektif/rational.
7.      Tidak terjadi penyimpangan/penyelewengan kekuasaan, kedudukan dan keuangan


TUJUAN SUPERVISI
 Mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yang nyaman, ini tidak hanya meliputi lingkungan fisik, tetapi juga suasana kerja diantaranya para tenaga keperawatan dan tenaga lainnya, juga meliputi jumlah persediaan dan kelayakan perawatan agar memudahkan pelaksanaan tugas. Oleh karena itu tujuan supervisi adalah :
1.      Mengorientasikan staf dan pelaksana keperawatan
2.      melatih staf dan pelaksana keperawatan
3.      Memberikan arahan dalam pelaksanaan tugasnya agar menyadari dan mengerti terhadap peran, fungsi sebagai staf dan pelaksana asuhan keperawatan.
4.      Memberikan layanan kemampuan staf dan pelaksanaan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan.

KOMPETENSI
Seorang supervisor harus memiliki kemampuan dalam ;
1.      Memberikan pengarahan dan petunjuk yang jelas, sehingga dapat dimengerti oleh staf dan pelaksana keperawatan.
2.      Memberikan saran, nasehat dan bantuan kepada staf/pelaksana keperawatan
3.      Memberikan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja staf dan pelaksanaan keperawatan.
4.      Proses kelompok (dinamika kelompok)
5.      Memberikan latihan dan bimbingan yang diperlukan oleh staf dan pelaksanaan keperawatan.
6.      Melakukan penilaian terhadap penampilan kinerja perawat
7.      mengadakan pengawasan agar asuhan keperawatan lebih baik.

FUNGSI
1.      dalam keperawatan fungsi supervisi adalah untuk mengatur dan mengorganisir proses pemberian pelayanan keperawatan yang menyangkut pelaksanaan kebijakan pelayanan keperawatan tentang standar asuhan yang telah disepakati.
2.      fungsi utama supervisi moderen adalah menilai dalam memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi proses pemberian pelayanan asuhan keperawatan.
3.      fungsi utama supervisi dalam keperawatan adalah mengkoordinasikan, menstimuli, dan mendorong kearah peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
4.      Fungsi supervisi adalah membantu (assisting), memberi support (supporting) dan mengajak untuk diikutsertakan (sharing).

PRINSIP
Prinsip-prinsip supervisi dalam keperawatan adalah ;
1.      didasarkan atas hubungan professional dan bukan pribadi
2.      Kegiatan yang direncanakan secara matang
3.      Bersifat edukatif, supporting dan informal.
4.      Memberikan perasaan aman pada staf dan pelaksanaan keperawatan
5.      Membentuk suatu kerjasama yang demoktratis antara supervisor dan staf dan pelaksana keperawatan.
6.      Harus objektif dan sanggup mengadakan “self evaluation”.
7.      haus progresif, inovatif, fleksibel dan dapat mengembangkan kelebihan masing-masing
8.      Konstruktif dan kreatif dalam mengembangkan diri disesuaikan dengan kebutuhan.
9.      Dapat meningkatkan kinerja bawahan dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.

KARAKTERISTIK
Dalam keperawatan , supervisi yang baik apabila memiliki karakteristik :
1.      Mencerminkan kegiatan asuhan keperawatan yang sesungguhnya
2.      Mencerminkan pola organisasi/struktur organisasi keperawatan yang ada.
3.      Kegiatan yang berkesinambungan yang teratur atau berkala.
4.      Dilaksanakan oleh atasan langsung(Kepala unit/Kepala Ruangan atau penanggung jawab yang ditunjuk).
5.      Menunjukkan kepada kegiatan perbaikan dan peningkatan kualitas asuhan keperawatan.

CARA SUPERVISI
1.      langsung ;
Supervisi dilakukan langsung pada kegiatan yang sedang berlangsung. Pada supervisi modern diharapkan supervisor terlibat dalam kegiatan agar pengarahan dan pemberian petunjuk tidak dirasakan sebagai perintah. Cara memberikan pengarahan yang efektif adalah ;
·         Pengarahan harus lengkap
·         Mudah dipahami
·         Menggunakan kata-kata yang tepat
·         Berbicara dengan jelas dan lambat
·          Berikan arahan yang logis
·         Hindari memberikan banyak arahan pada satu saat
·         Pastikan bahwa arahan dipahami
·         Yakinkan bahwa arahan anda dilaksanakan atau perlu tindak lanjut

2.      Tidak langsung :
Supervisi dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun lisan. Supervisor tidak melihat langsung kejadian dilapangan, sehingga mungkin terjadi kesenjangan fakta. Umpan balik dapat diberikan secara tertulis.

KEGIATAN RUTIN SUPERVISOR
Tugas-tugas rutin yang harus dilakukan oleh supervisor setiap harinya (Bittel,l987) adalah sebagai berikut ;

1.      Sebelum pertukaran shift (15-30 menit) :
·         Mengecek kecukupan fasilitas/peralatan/sarana untuk hari itu.
·         Mengecek jadwal kerja.
·          
2.      Pada waktu mulai shift (15-30 menit) :
·         Mengecek personil yang ada
·         Menganalisa keseimbanganpersonil dan pekerjaan
·         Mengatur pekerjaan
·         Mengidentifikasi kendala yang muncul
·         Mencari jalan supaya pekerjaan dapat diselesaikan

      3.  .sepanjang hari dinas (6-7 jam) ;
·         Mengeck pekerjaan setiap personil, dapat mengarhkan, instruksi, mengoreksi atau memberikan latihan sesuai kebutuhannya.
·         Mengecek kemajuan pekerjaan dari personil sehingga dapat segera membantu apabila diperlukan.
·         Mengecek pekerjaan rumah tangga
·         Mengecek kembali pekerjaan personil dan kenyamanan kerja, terutama untuk personil baru.
·         Berjaga-jaga ditempat apabila ada pertanyaan, permintaan bantuan atau hal-hal yang terkait.
·         Mengatur jam istirahat , permintaan bantuan atau hal-hal yang terkait.
·         Mengatur jam istirahat personil.
·         Mendeteksi dan mencatat problem yang muncul pada saat itu dan mencari cara memecahkannya.
·         Mengecek kembali kecukupan alat/fasilitas/sarana sesuai kondisi operasional.
·         Mencatat fasilitas/sarana yang rusak kemudian melaporkannya.
·         Mengecek adanya kejadian kecelakaan kerja.
·         Menyiapkan dan melaporkan secara rutin mengenai pekerjaan.

3.      Sekali dalam sehari (15-30 menit)
Mengobservasi satu personil atau area kerja secara kontinu untuk 15 menit. Melihat dengan seksama hal-hal yang mungkin terjadi seperti : Keterlambatan pekerjaan, lamanya mengambil barang, kesulitan pekerjaan dan lain sebagainya.

4.      Sebelum pulang ;
·         Membuat daftar masalah yang belum terpecahkan dan berusaha untuk memecahkan persoalan tersebut keesokan harinya.
·         Pikirkan pekerjaan yang telah dilakukan sepanjang hari dengan mengecek hasilnya, kecukupan material dan peralatannya.
·         Lengkapi laporan harian sebelum pulang
·         Membuat daftar pekerjaan untuk keesokan harinya, membawa pulang mempelajari dirumah sebelum pergi bekerja kembali.

Sumber :  Oleh : Drs. Julianus Ake, SKp., M.Kep.